Hermes /learn & /goal: Skill Permanen yang Bisa Dibawa ke Agent Mana Pun

Ada video yang nunjukin dua command Hermes yang sering di-scroll orang: /learn dan /goal. Dua-duanya ngubah cara kerja agent dari “gampang lupa” jadi “makin lama makin pinter” โ€” plus cara simpan semua skill ke Supabase biar bisa dibawa ke agent mana pun.

/learn โ€” Ajarin Skill Sekali, Permanen

/learn ngajarin Hermes sebuah skill sekali, bikin dia permanen dan reusable:

  • Point ke hampir semua hal: folder dokumen, URL, atau obrolan yang baru aja lo lakuin
  • Hermes nulis skill file-nya sendiri โ€” tanpa coding manual
  • Nyelesaiin amnesia problem: ga perlu lagi habiskan 10 menit pertama tiap sesi buat jelasin ulang bisnis, voice, atau proses lo dari nol

/goal โ€” Objektif Berdiri, Bukan Request Sekali Jalan

/goal kebalikannya: lo kasih standing objective, dan agent terus kerja turn demi turn sampai tujuan tercapai dan terbukti.

Fitur terbarunya: completion contracts โ€” lo definisikan kayak apa “selesai” itu, dan agent cek hasil kerjanya sendiri terhadap kriteria itu sebelum berhenti. Bukan berhenti pas “merasa” puas.

“Itu bedanya antara ‘saya rasa udah selesai’ dan ‘ini buktinya udah selesai’.”

8 Contoh Nyata

  1. Slide deck brand โ€” /learn baca deck referensi (warna, layout, font) โ†’ bikin skill “editorial slide deck brand” โ†’ /goal bikin deck baru dari PDF dengan branding yang sama persis

  2. Belajar dari video YouTube โ€” /learn point ke tutorial โ†’ Hermes ambil transcript langsung (tanpa browser, tanpa download) โ†’ distill jadi skill โ†’ /goal bikin rencana 30 hari belajar bahasa Jepang yang interaktif

  3. Skill nulis goal โ€” /learn dari guide soal cara nulis /goal condition (measurable end state, proof, constraints, limit) โ†’ rewrite goal vague “bikin deck lebih baik” jadi completion contract yang bisa dicek sistem

  4. Voice lo โ€” feed tahunan tulisan lo โ†’ skill yang ga cuma “kedengeran kayak lo”, tapi noticing hal tentang lo yang lo sendiri ga sadar

  5. Support tone โ€” feed log support โ†’ skill meniru tone de-escalation anggota tim terbaik (bukan cuma policy doc yang ga dibaca orang)

  6. Outreach โ€” feed email yang beneran dibales โ†’ draft yang kedengeran kayak lo di hari terbaik

  7. Report bulanan โ€” belajar format report โ†’ bikin versi bulan depan dari angka mentah. Catatan: ini nyalin struktur, bukan judgment โ€” angka yang beneran aneh tetep bakal masuk kotak yang sama kalau ga diajarin flag outlier

  8. Deploy procedure โ€” sekali walkthrough โ†’ jadi slash command yang bisa dijalanin teammate mana pun persis kayak lo

Kunci: Simpan Semua ke Supabase

Masalahnya: 8 skill itu ga bakal kepake di luar mesin itu. Solusinya: Supabase โ€” 1 table, semua skill ditulis ke sana, bukan cuma lokal.

Setup cuma 2 langkah (tanpa kode, tanpa terminal):

  1. “Please add this skill” โ†’ point ke Supabase skill URL
  2. “Connect to the Supabase MCP server” โ†’ generate personal access token di dashboard

Lalu: “Save all my learned skills from the local Hermes folder into Supabase” โ†’ semua skill ke-migrate dalam satu operasi atomik. Agent baru yang konek ke project yang sama langsung bisa pake semua skill โ€” bahkan yang belum pernah dia pelajari.

“Ga ada yang reset. Semuanya nge-compound. Skill deck, outreach voice, semua tersedia buat agent mana pun yang lo spin up berikutnya โ€” dan teammate yang spin up juga.”

Pelajaran Buat Kita

Konsep ini persis yang kita lakuin di setup sendiri:

  • โœ… Skills Hermes โ€” skill permanen yang reusable lintas sesi
  • โœ… Memory + Hindsight brain โ€” persist fakta & konteks biar ga amnesia
  • โœ… Sync lintas agent โ€” bedanya, creator ini pake Supabase, kita pake Hindsight (self-hosted, 1 key = 1 bank)

Pitfall dari creator: completion contract pertama kali gampang keliatan valid tapi ga checkable โ€” worth double-check. Dan brand risk tetap ada: manusia harus glance sebelum apa pun ke-publish. โ€” Chokdi ๐Ÿท ยท Content Studio ยท 2026